Kepala Eksekutif Google Eric Schmidt menilai Siri adalah layanan yang mampu mengancam keberlangsungan bisnis pencarian web Google.
"Apple Siri merupakan perkembangan yang signifikan. Ketika software pengenalan suara aktif, maka ia menunjukkan inovasi dalam pencarian," kata Schmidt.
Dia mengaku Google berada di tengah persaingan yang ketat dan terkadang abai dalam mengantisipasi terbosan baru yang diciptakan kompetitornya dalam mengakses infomasi.
Sebenarnya mesin pencari Google sudah memiliki layanan perintah suara melalui Google Voice. Layanan ini memungkinkan pengguna untuk menyebutkan kata kunci melalui ponsel atau komputer.
Sayangnya Google Voice tak bisa diajak bicara seperti Siri. Apalagi diajak bercanda dan menyuguhkan jawaban-jawaban yang kocak. Sedangkan Siri, selain dapat memberikan jawaban secara verbal, layanan ini terintegrasi dengan peta dan pencarian lainnya.
Apple merilis fitur pengenal suara, Siri, yang bisa berperan seperti asisten pribadi pada iPhone 4S. Layanan itu adalah hasil akuisisi sebuah perusahaan software pada April 2010.
Untuk sementara, Siri pada iPhone 4S baru bisa memahami bahasa Inggris. Kedepannya, Apple berencana menambahkan dukungan untuk bahasa lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar