JAKARTA - Ibu Kota diperkirakan dilanda banjir hebat pada 2025. Banjir terjadi mulai pesisir utara Jakarta dan masuk hingga kawasan Monumen Nasional di Jakarta Pusat.
Menurut Ketua Panitia Nasional World Delta Summit 2011, Jan Sipaheluwakan, skenario banjir paling hebat yang melanda Jakarta ini disusun oleh para ahli dari berbagai instuisi. Banjir muncul akibat tiga faktor ancaman yang terjadi serentak pada tahun tersebut.
Pertama, terjadinya siklus pasang laut terbesar yang terjadi 18 tahun sekali. Di Jakarta, siklus ini terkahir terjadi 2007. Ketika itu, pasang laut menyebabkan air yang harus mengalir dari selatan ke daerah pesisir tertahan oleh dorongan pasang dari sebelah utara.
Kedua, terjadinya penurunan permukaan tanah Jakarta akibat eksploitasi air tanah besar-besaran oleh penduduk dan industri. Di beberapa tempat, penurunan bisa mencapai lebih dari 40 cm seperti di daerah Cengkareng, Pluit dan Kelapa Gading. Secara bersamaan, daerah yang mengalami penurunan permukaan tanah juga sering dilanda banjir.
Ketiga, perubahan iklim yang menyebabkan kenaikan permukaan air laut hingga beberapa sentimeter. Faktor ini sedang terjadi dan terus meningkat secara bertahap. Diperkirakan tahun 2025 nanti kenaikan permukaan air laut mencapai tahap kritis. "Ketiga fakor ini saling memperkuat ancaman banjir besar pada 202," ujar Jan kepada wartawan seusai pembukaan World Delta Summit 2011 di Jakarta.
Peneliti menyusun daftar Delta yang riskan mengalami bencana lingkungan akibat pasang, limpahan air sungai, hingga krisis air. Jakarta termasuk dalam peringkat ke-6 setelah Tokyo, Osaka, Seoul, Taipei, dan Bangkok.
Empat kota pertama telah memiliki manajemen delta yang baik, sehingga tingkat kerentannya bisa dikendalikan melalui rekayasa teknologi dan beleid. Sebaliknya dengan Bangkok dan Jakarta. Terbukti, Bangkok mengalami banjir besar akhir Oktober lalu dan diperkirakan tak surut hingga awal 2012.
Menurut Jan, sudah saat pemerintah Jakarta membuat strategi pertahanan Ibu Kota sebelum skenario ini benar-benar terjadi. Jika tidak dilakukan segera, bisa saj banjir besar seperti yang terjadi di Bangkok juga melanda di Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar